Scuba Diving Seru di Pantai Senggigi: Menyelam di Jantungnya Lombok

Sebelumnya aku pikir kalau Lombok cuma soal Gili dan gunung Rinjani. Tapi ternyata, ada satu sisi lain dari pulau ini yang bikin aku jatuh cinta: Pantai Senggigi. Apalagi kalau kamu suka dunia bawah laut—wah, tempat ini adalah surga tersembunyi buat kamu yang doyan scuba diving tapi ogah rebutan spot sama turis.

Jadi begini ceritanya.

Aku dan tiga teman lama memutuskan buat “healing” ke Lombok. Tapi bukan healing ala ngopi di kafe estetik, ya. Kami pengen nyemplung ke laut, literally. Karena dua di antara kami baru dapet lisensi scuba, Senggigi jadi pilihan kami buat menyelam pertama kali di luar Jakarta. Dan ternyata, kami nemu lebih dari yang kami kira.

First Impressions: Senggigi Bukan Sekadar Sunset

Begitu tiba di Senggigi, rasanya langsung beda. Pantainya panjang, pasirnya putih kekuningan, dan yang paling menarik—nggak terlalu ramai. Di sore hari, pantai ini memang jadi tempat favorit orang lokal dan turis buat nikmatin sunset, tapi di pagi hari? Sepi, damai, dan udara lautnya segar banget.

Di sepanjang garis pantai, banyak pusat diving kecil dan tempat sewa alat selam. Kami sempat diskusi sama salah satu instruktur, Bang Nurdin, yang langsung bikin kami merasa aman dan nyaman. “Laut Senggigi itu nggak cuma cantik, tapi juga ramah buat penyelam pemula,” katanya. Dan dia bener.

Diving Hari Pertama: Dunia Baru yang Bikin Lupa Daratan

Pagi pertama kami di Senggigi, kami udah siap di kapal kecil buat trip menyelam. Spot pertama kami namanya Batu Bolong Reef—ya, lokasinya deket dengan Pura Batu Bolong yang sering dikunjungi wisatawan. Tapi siapa sangka, bawah lautnya juga secantik pemandangan daratnya.

Begitu masuk ke air, dunia berubah. Airnya bening banget, visibilitasnya sampai 20 meter. Ikan warna-warni langsung menyambut kami—dari clownfish yang mengintip malu-malu dari anemon, sampai gerombolan fusilier yang bergerak serempak kayak koreografi bawah laut.

Aku sempat freeze sebentar saking kagumnya. Semua warna di bawah laut kayak lebih terang, lebih hidup. Dan meskipun ini baru pengalaman keduaku diving di laut terbuka, Senggigi langsung bikin aku merasa kayak udah menyelam seumur hidup.

Spot Diving Favorit Lainnya di Sekitar Senggigi

Setelah Batu Bolong, kami pindah ke Senggigi Reef. Di sini arusnya lebih tenang dan cocok buat kami yang masih pemula. Banyak karang meja, karang otak, dan beberapa ikan karang besar yang mondar-mandir santai.

Di perjalanan balik, kami ngobrol dengan tim penyelam lokal dan mereka kasih rekomendasi spot lain seperti Malimbu Reef dan Nipah Bay yang katanya lebih cocok buat level intermediate dan expert. Wah, jadi makin semangat buat upgrade lisensi!

Buat kamu yang pengen menyelam tapi belum punya lisensi, tenang. Banyak operator di Senggigi yang nawarin discovery scuba diving, alias pengalaman diving buat pemula tanpa perlu sertifikasi. Dijamin tetap aman karena ditemani instruktur berpengalaman.

Bonus: Setelah Diving, Kamu Bisa Nikmatin Alam Daratnya Juga

Nah, serunya liburan di Senggigi itu nggak berhenti di bawah laut. Setelah puas diving, sore harinya kami jalan kaki ke bukit di belakang Pantai Senggigi, cari tempat buat lihat sunset dari ketinggian. Ternyata tempatnya gampang diakses dan pemandangannya? Duh, speechless!

Bayangin: laut yang tadi kamu selami sekarang terbentang di bawahmu, matahari turun pelan-pelan, langit mulai oranye. Dan yang paling bikin nyaman, nggak ramai. Kita bisa duduk santai, ngobrol, sambil dengerin suara debur ombak dari kejauhan.

Kalau kamu tipe yang suka gabungin petualangan laut dan darat, aku saranin banget coba paket liburan lombok 3 hari 2 malam. Banyak penyedia yang udah siapin itinerary lengkap termasuk aktivitas diving di Senggigi, trip ke pantai eksotik, bahkan kunjungan ke desa tradisional. Jadi kamu bisa ngerasain semua sisi Lombok tanpa harus repot atur sendiri.

Momen Tak Terlupakan: Dive Bareng Penyu

Salah satu momen paling berkesan buatku adalah pas kami menyelam di spot agak ke utara dari Senggigi. Tiba-tiba, dari balik terumbu, muncul penyu hijau besar yang berenang santai. Dia nggak kabur, justru malah ‘main’ bareng kami beberapa menit.

Itu kayak… magis banget. Kami berenam diem, saling pandang di dalam air, nahan napas meskipun pakai regulator. Rasanya kayak dia bilang, “Santai aja, kalian tamu di sini.”

Setelah naik ke permukaan, kami semua langsung histeris, bukan karena panik, tapi saking senengnya. Itu momen langka yang nggak bisa dibeli atau dijanjikan—dan Senggigi ngasih itu ke kami.

Obrolan Bareng Warga Lokal: Cerita di Balik Terumbu

Hari terakhir di Senggigi, kami sempat ngopi pagi di warung kecil yang ngadep langsung ke laut. Ibu warung, namanya Bu Lastri, cerita soal perubahan pantai Senggigi dari dulu sampai sekarang.

“Dulu pantai ini cuma buat nelayan. Tapi sekarang, banyak anak muda sini yang jadi instruktur diving, fotografer bawah laut… jadi sumber rejeki baru,” katanya sambil senyum.

Hal kayak gitu yang bikin Senggigi terasa hangat. Wisatanya bukan cuma tentang tempat, tapi juga tentang orang-orangnya. Kita bukan cuma pengunjung, tapi juga bagian dari cerita mereka.

Tips Buat Kamu yang Mau Scuba Diving di Senggigi

  1. Bawa logbook diving, biar kamu bisa catat spot dan kondisi selamnya.

  2. Gunakan wetsuit tipis, karena suhu air di Senggigi cukup hangat.

  3. Datang di pagi hari, biasanya visibilitas lebih bagus.

  4. Ngobrol sama instruktur lokal, mereka tahu kondisi laut terkini dan bisa kasih tips emas.

  5. Jaga lingkungan, jangan sentuh atau bawa apa pun dari laut.